Saat bisnis kamu mulai berkembang di marketplace, banyak business owner mengejar peningkatan omzet penjualan hingga menghasilkan ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Sayangnya, ada satu hal yang sering terlewatkan: makin lama potongan komisi dan biaya admin platform membengkak dan semakin memotong profit margin dari bisnis.

Padahal, ketika potongan platform semakin tinggi, profit bersih yang seharusnya bisa dialokasikan untuk memperkuat operasional maupun ekspansi bisnis justru habis diserap oleh pihak ketiga.

Lalu, kapan waktu yang tepat bagi bisnis dan UMKM untuk mulai memindahkan saluran penjualan ke website toko online sendiri?

Ketika Omzet Naik, Potongan Marketplace Mulai Menjadi Beban

Bayangkan Kamu memiliki sebuah bisnis yang beraktivitas di platform marketplace.

Awalnya semuanya terasa sangat mudah dan menguntungkan. Traffic pembeli sudah tersedia, proses transaksi cukup praktis untuk kedua belah pihak, dan produk Kamu mulai dikenal banyak orang.

Seiring berkembangnya bisnis online Kamu, omzet penjualan secara natural juga akan meningkat, misalkan mencapai Rp1.000.000.000 (1 Miliar Rupiah) setiap bulannya.

Ketika laporan keuangan akhir bulan keluar, Kamu mulai menyadari adanya pemotongan biaya yang cukup tinggi, karena:

  • Potongan komisi platform dan biaya layanan yang terus naik.
  • Biaya keikutsertaan program promosi dan bebas ongkir ekstra.
  • Biaya transaksi dan penyesuaian pajak.
  • Biaya iklan berbayar (ads) dari pihak platform agar produk tetap berada di posisi atas.

Jika ditotal, potongan tersebut mencapai kurang lebih 20% dari total omzet penjualan.

Itu artinya, ada sekitar Rp200.000.000 (200 Juta Rupiah) yang hilang hanya untuk membayar biaya potongan yang dihasilkan platform pihak ketiga.

Padahal di balik bisnis Kamu, ada puluhan pekerja lokal di daerah dan tim operasional yang menggantungkan hidupnya dari margin keuntungan tersebut.

Jangan Bangun Rumah Bisnis di Atas Tanah Orang Lain

Pada awalnya, marketplace memberikan banyak keuntungan dan akses mudah sehingga penjual dan pembeli merasa nyaman.

Namun ketika penjual dan pembeli sudah terkunci di dalam ekosistem mereka, biaya administrasi perlahan dinaikkan hingga mengubah struktur keuntungan bisnis.

Akibatnya:

  • Margin keuntungan bisnis semakin tipis.
  • Terjebak dalam perang harga (price war) dengan produk kompetitor di halaman yang sama.
  • Tidak memiliki akses database pelanggan (nama, email, dan nomor kontak disembunyikan untuk masalah privasi penyedia layanan).
  • Ketergantungan penuh pada algoritma dan kebijakan platform yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Menurut data industri, mempertahankan pelanggan lama (retensi) membutuhkan biaya yang jauh lebih hemat dibanding mencari pelanggan baru. Namun di marketplace, Kamu tidak bisa melakukan remarketing secara langsung karena database pembeli dijaga oleh pihak ketiga.

“Marketplace adalah sales channel, boleh berjualan di sana. Namun, itu bukan rumah Anda. Jangan membangun bisnis di atas tanah orang lain, bangunlah bisnis di tanah milik sendiri.”
David Alfa Sunarna (2025)

Potongan Marketplace Bisa Dialihkan Menjadi Keuntungan Bersih

Misalkan Kamu mulai mengalihkan sebagian transaksi dari pembeli setia ke website toko online milik Kamu sendiri.

Uang sebesar Rp200.000.000 (200 Juta Rupiah) yang tadinya disetor ke marketplace setiap bulan kini tetap berada di tangan Kamu.

Dana tersebut dapat dialokasikan untuk:

  1. Memberikan subsidi gratis ongkir kepada pelanggan setia Kamu.
  2. Meningkatkan margin keuntungan bersih perusahaan.
  3. Mengembangkan varian produk baru dan menambah stok.

Biaya membangun dan mengelola website toko online sendiri jika dihitung tidak sampai 5% hingga 10% dari total potongan bulanan yang biasa Kamu bayarkan ke marketplace.

Yang terpenting, selain menghemat biaya operasional, Kamu juga tetap bisa memiliki aset digital yang nilainya akan bertumbuh dalam jangka panjang.

Bangun Rumah Digital Bisnis Kamu Bersama Daxa Networks

Memulai website toko online sendiri bukan berarti Anda harus langsung mengeluarkan biaya besar atau menguasai keahlian teknis yang rumit.

Yang terpenting adalah memilih fondasi infrastruktur yang tepat agar website toko online Anda cepat diakses, stabil, dan aman bagi pembeli.

Daxa Networks menyediakan layanan pendaftaran Domain Resmi (.com, .id, .co.id) serta paket Web Hosting dan VPS berkecepatan tinggi yang berlokasi langsung di Jakarta.

Dengan infrastruktur server lokal yang andal dan dukungan teknis 24/7, website toko online Anda siap menampung ribuan transaksi harian tanpa kendala downtime.

💡 Siap Membangun Website Toko Online Bisnis Anda?

Jangan biarkan margin keuntungan bisnis Anda terus tergerus oleh potongan biaya platform pihak ketiga.

Apabila performa penjualan Kamu mulai stabil dan terus berkembang, inilah saat yang paling krusial untuk segera memiliki aset digital dan saluran distribusi milik sendiri.

Jangan ragu untuk berdiskusi dengan tim ahli dari Daxa Networks guna mendapatkan solusi pendaftaran domain, paket hosting, hingga penyediaan infrastruktur server yang andal bagi website bisnis Kamu.

Silakan hubungi tim Daxa Networks untuk konsultasi domain, hosting, dan kebutuhan server website:


Referensi

  1. David Alfa Sunarna. HARUS PUNYA WEBSITE. YouTube Shorts: https://www.youtube.com/shorts/61wUShs-6S8